ReDistribusi Guru SMA/SMK 2017
Info tentang Redistribusi guru di tingkat SMA/SMK, Apakah Hanya isu belaka? berikut ini pemaparan dari Bapak Kepala Dinas pendidikan Dan Kebudayaan,
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, H M. Suruji menyampaikan akan dilakukan redistribusi besar-besaran terhadap guru SMA/SMK yang berstatus ASN. Sekitar 25 persen dari jumlah guru yang ada terkena redistribusi.
“Redistribusinya kami rapat terakhir kemarin hari Sabtu dan kesepakatannya penuntasan draftnya itu hari Kamis besok. Ini kan laporan dari UPT-UPT masuk Kamis besok, kita sinkronkan lalu dia siap baru kemudian kita tentukan momennya. Ini menyangkut pergerakan yang cukup besar dan masif, tidak boleh sembarangan nanti ada gejolak-gejolak,” jelas Suruji, Selasa, 29 Agustus 2017.
Redistribusi guru ini dilakukan untuk mendorong pemerataan kualitas pendidikan di seluruh NTB. Agar tidak hanya pelajar di kota yang mendapat guru terbaik, namun yang tinggal di kaki gunung dan lembah justru kesulitan memperoleh guru. Sementara keduanya memiliki hak yang sama untuk mendapat pendidikan berkualitas.
“Oleh karena itu harus ada guru yang memadai, jangan di kota dia lebih, di kaki gunung tidak ada guru, dua gurunya misalnya. Bahkan ada satu orang guru yang juga kepala sekolah misalnya, yang lain honorer tamatan SMA atau apa kita ndak ngerti, makanya diredistribusi,” ungkapnya.
Pada prinsipnya, menurut Suruji guru-guru yang kualitasnya bagus harus ditempatkan di daerah terpencil. Sebab, di sana susah pula untuk mendapatkan guru honorer. Oleh karena itu, langkah redistribusi ini untuk membawa guru-guru bagus yang ada di kota untuk mengajar di sekolah-sekolah terpencil yang kekurangan guru.
Terkait mekanisme redistribusinya, Suruji menjelaskan guru di Kota Mataram bisa digeser ke Gunung Sari atau daerah perbatasan lainnya. Lokasi tempat tinggal juga akan menjadi pertimbangan lokasi redistribusi, misalnya untuk daerah Sekotong akan ditunjuk yang berdomisili di Lembar.
Guru-guru yang berada di Pulau Sumbawa pun akan dipastikan akan mengalami redistribusi, meski jarak rumah dengan tempat mengajarkan mencapai ratusan kilometer. Seperti sekolah-sekolah di Kecamatan Kempo Kabupaten Dompu, yang jaraknya 150 kilometer dari pusat kota.
“Yang di Sumbawa juga ndak bisa menghindari mutasi, walaupun jaraknya jauh-jauh. Lombok, Sumbawa semuanya akan direstribusi,” tandasnya.
Sunber:Suara NTB
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, H M. Suruji menyampaikan akan dilakukan redistribusi besar-besaran terhadap guru SMA/SMK yang berstatus ASN. Sekitar 25 persen dari jumlah guru yang ada terkena redistribusi.
“Redistribusinya kami rapat terakhir kemarin hari Sabtu dan kesepakatannya penuntasan draftnya itu hari Kamis besok. Ini kan laporan dari UPT-UPT masuk Kamis besok, kita sinkronkan lalu dia siap baru kemudian kita tentukan momennya. Ini menyangkut pergerakan yang cukup besar dan masif, tidak boleh sembarangan nanti ada gejolak-gejolak,” jelas Suruji, Selasa, 29 Agustus 2017.
Redistribusi guru ini dilakukan untuk mendorong pemerataan kualitas pendidikan di seluruh NTB. Agar tidak hanya pelajar di kota yang mendapat guru terbaik, namun yang tinggal di kaki gunung dan lembah justru kesulitan memperoleh guru. Sementara keduanya memiliki hak yang sama untuk mendapat pendidikan berkualitas.
“Oleh karena itu harus ada guru yang memadai, jangan di kota dia lebih, di kaki gunung tidak ada guru, dua gurunya misalnya. Bahkan ada satu orang guru yang juga kepala sekolah misalnya, yang lain honorer tamatan SMA atau apa kita ndak ngerti, makanya diredistribusi,” ungkapnya.
Pada prinsipnya, menurut Suruji guru-guru yang kualitasnya bagus harus ditempatkan di daerah terpencil. Sebab, di sana susah pula untuk mendapatkan guru honorer. Oleh karena itu, langkah redistribusi ini untuk membawa guru-guru bagus yang ada di kota untuk mengajar di sekolah-sekolah terpencil yang kekurangan guru.
Terkait mekanisme redistribusinya, Suruji menjelaskan guru di Kota Mataram bisa digeser ke Gunung Sari atau daerah perbatasan lainnya. Lokasi tempat tinggal juga akan menjadi pertimbangan lokasi redistribusi, misalnya untuk daerah Sekotong akan ditunjuk yang berdomisili di Lembar.
Guru-guru yang berada di Pulau Sumbawa pun akan dipastikan akan mengalami redistribusi, meski jarak rumah dengan tempat mengajarkan mencapai ratusan kilometer. Seperti sekolah-sekolah di Kecamatan Kempo Kabupaten Dompu, yang jaraknya 150 kilometer dari pusat kota.
“Yang di Sumbawa juga ndak bisa menghindari mutasi, walaupun jaraknya jauh-jauh. Lombok, Sumbawa semuanya akan direstribusi,” tandasnya.
Sunber:Suara NTB

0 Response to "ReDistribusi Guru SMA/SMK 2017"
Posting Komentar